Rabu, 22 Juli 2009

Si "Pengantin", Dalang Pemboman di Tanah Air

22/07/2009 13:11
Liputan6.com, Jakarta: Pemboman dengan menggunakan mobil kerap terjadi di Tanah Air. Pada Oktober 2002, sebuah mobil yang berisi bom meledak di depan Sari Club dan Paddy's Cafe di Kuta, Bali. Kedua klub malam itu diilih sebagai target pemboman karena mayoritas pengunjung adalah Warga Negara Asing (WNA). Dalam tragedi yang mengenaskan itu, lebih dari 200 orang tewas dan ratusan lainnya terluka.


Indonesia kembali dikagetkan dengan ledakan bom menggunakan mobil. Pada Agustus 2003, Bom meledak di Hotel J.W. Marriott, Jakarta. Mobil yang dikendarai pelaku bom bunuh diri yang disebut "pengantin" kala itu bernama Asmar Latin. Tragedi ini pun memakan korban jiwa sebanyak 14 orang belum termasuk ratusan orang yang terluka.
Pada September 2004, kelompon Noordin Mohammad Top kembali beraksi lewat "pengantin". Kali ini sasaran ledakan adalah kantor kedutaan besar Australia yang saat itu porak poranda di kawasan Kuningan, Jakarta. Dalam peristiwa ini, korban tewas diketahui lebih dari delapan orang.
Tahun ini, Jakarta tak luput dari sasaran teroris. Ledakan bom kembar terjadi di Hotel Marriott dam The Ritz Carlton. Pelaku diduga sempat menginap di hotel dan di kamar yang ditempatinya, polisi menemukan bom yang tersimpan di dalam tas. Rangkaian ledakan di Tanah Air membuktikan keterkaitan antara pelaku dengan teroris internasional, termasuk adanya aliran dana dari luar negeri.(ASW/AND)

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites