Kamis, 30 Juli 2009

Dokter Michael Jackson Terlilit Utang


Dokter Conrad Murray yang menangani Michael Jackson ternyata punya utang hampir US$ 435 ribu (sekitar Rp 4,35 miliar) dari keputusan pengadilan dan kewajiban membayar gadai selama dua tahun. Demikian penjelasan dokumen pengadilan yang dikutip CNN. Saat terlilit utang itulah dia menjadi dokter bagi Michael Jackson dengan mendapat gaji US$ 140 ribu (sekitar Rp 1,5 miliar) per bulan.


Sebelum bekerja dengan King of Pop itu, Murray menghabiskan waktunya dengan bekerja di klinik Nevada dan Texas setelah lulus dari Meharry Medical College, sebuah universitas legendaris bagi kalangan warga kulit hitam di Nashville, Tennessee, pada 1989. Dia menghabiskan tugas belajar bertahun-tahun di rumah sakit California.

Pada klinik di Houston, Texas, dan Las Vegas, Nevada, pasiennya terkejut ketika Murray meninggalkan prakteknya untuk bekerja dengan Michael Jackson.

Setelah kematian Michael Jackson, Murray banyak dikaitkan dengan sang bintang itu. Dia disebut-sebut sebagai tertuduh di balik kematian Michael Jackson.

Kendati begitu, banyak pasiennya yang meragukan tudingan itu. "Saya tak peduli apa kata orang. Dia benar-benar doktor yang bagus," kata seorang mantan pasien Murray, Mary Webb kepada jaringan TV afiliasi CNN KTNV-TV.

Meski banyak pasien, Murray terbelit utang tak lama setelah dia lulus. Dia dinyatakan bangkrut oleh pengadilan pada 1992 dan dia harus membayar kewajiban gadai sebesar US$ 44.663 (sekitar Rp 440 juta) di Arizona dan California dari 1993 hingga 2003.

Dokter Murray yang mendamping Michael Jackson hingga meninggal itu puny akantor di Hosuton dan Las Vegas. Dia membuka praktek khusus penyakit jantung dan penyakit dalam, demikian rekaman medis yang tercatat di negara.

Murray mengalami kesulitan keuangan ketika mulai membuka klinik--sesuatu yang tak banyak diketahui pasiennya. Orang hanya tahu bahwa dia punya rumah mewah seharga miliaran rupiah di dekat kawasan wah di REd Rock Country Club di Las Vegas.

Murray beberapa kali diadili gara-gara utang, antara lain utang untuk biaya kuliah dan membeli peralatan.

Dalam pernyataan yang dilansir di websitenya, pengacara Murray mengatakan Murray tetap mengunjungi pasiennya di Houston. Biaya menjaga hubungan dengan pasien inilah yang membuat besar pasak daripada tiang alias "lebih tinggi ketimbang pendapatan yang dia peroleh," kata Ed Chernoff dalam keterangannya.

Murray kemudian disewa oleh promotor tur Michael Jackson di musim panas ini, AEG. Dia diminta merawat Jackson untuk tur keliling ke 50 kota.

Perkenalan Murray dan Michael Jackson itu dimulai ketika dia merawat salah satu anak Jackson atas rekomendasi dari seorang pengawal Jackson. "Dia bukan dokter pertama bagi Jackson," kata Chernoff kepada CNN empat hari setelah kematian Jackson. "Dia mulanya hanya teman bagi Jackson dan dia merawat Jackson seperti keluarganya sendiri," katanya.

Namun, sekarang keluarga Jackson menuduh Murray melakukan malpraktek. Dia kini juga menjadi target pencarian polisi. Kantor Murray di Houston diperiksa polisi pekan lalu dan kantor di Las Vegas digeledah Selasa lalu. Belum ada tuduhan yang dialamatkan ke dokter yang mengaku senang hidup bersama para selebritas itu.

Penggeledahan itu dilakukan setelah ada dugaan bahwa Michael Jackson meninggal karena obat yang terllau keras. Obat tersebut dikenal sebagai Diprivan atau propofol, sebuah obat bius yang biasa dipakai di rumah sakit.

Saat mengobati Jackson, Murray tak punya lisensi di California, sehingga dia tak bisa mengobati sang mega pop itu di rumah sakit, sampai dia meninggal.

Murray tak mau berkomentar seputar kematian Jackson. Chernoff, pengacaranya, menjelaskan, "dia tak meresepkan obat yang membunuh Michael Jackson

Seorang pasien Murray tak setuju tudingan itu. Seorang pasien di Houston mengaku dia telah tertolong jiwanya berkat bantuan Murray dari serangan jantung.

"Jika saya disuruh memberi nilai kepada Dr. Conrad Murray dengan kisaran 1 sampai 100," kata Ruby Mosley kepada afiliasi CNN, KHOU-TV, "Saya akan memberikan dia 100."

Smber: Tempo interaktif

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites