Sabtu, 10 Oktober 2009

Malaysia Minta RI Tindak Tegas Provokasi BENDERA

Kepala polisi Malaysia Musa Hassan berpendapat pemerintah Indonesia sebaiknya menindak tegas organisasi Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) yang melakukan berbagai provokasi, termasuk mau menyerang Malaysia.


Musa mengatakan kepada media massa Malaysia, Sabtu, pemerintah Indonesia sebaiknya tidak perlu menunggu keadaan lebih tegang antara kedua negara untuk mengambil tindakan terhadap provokasi Bendera yang ingin menyerang negara lain. Jangan menunggu keadaan semakin tegang baru ambil tindakan, kata Musa Hassan yang diwawancarai di markas besar kepolisian Malaysia "Bukit Aman", Kuala Lumpur.

Ia menanggapi, berita media massa Indonesia yang menceritakan Bendera akan mengantar anggotanya untuk perang terhadap Malaysia dengan menggunakan pedang samurai dan bambu runcing terkait dengan isu tarian Pendet Bali yang katanya dicuri oleh Malaysia.

Pemerintah Malaysia tampaknya serius dengan ancaman Bendera. Oleh sebab itu, semua aparat keamanan termasuk polisi akan terus memantau keadaan, termasuk mengawasi semua pintu masuk Malaysia, kawasan perbatasan darat dan laut.

Sementara itu, minister counsellor Pensosbud (penerangan, sosial dan budaya) Widyarka Ryananta, mengatakan belakangan ini malah media massa di Malaysia yang gencar memberitakan provokasi Bendera. "Di Indonesia sendiri sudah tidak ada media yang memberitakan provokasi dan aktivitas Bendera, kecuali suatu koran bahasa inggris," katanya

Tolak Mahasiswa

Selain provokasi Bendera, media massa Malaysia hari ini juga memberitakan beberapa universitas yang menolak mahasiswa Malaysia dikaitkan dengan berbagai isu yang diberitakan pers Indonesia, tanpa merinci universitas mana yang menolak mahasiswa Malaysia itu.

Wakil rektor Universitas Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Prof Dr Mohd Noh Dalimin, mengatakan, walaupun begitu universitas lainnya seperti Univerisitas Andalas di Sumatera, tidak terpengaruh dengan sentimen anti-Malaysia yang dilakukan segelintir rakyat Indonesia. "Sikap terbuka Universitas Andalas ini merupakan tindakan terpuji," katanya.

Prof Mohd Noh mengatakan, tindakan beberapa universitas di Indonesia yang menghentikan rekrutmen mahasiswa Malaysia dapat dibaca melalui berbagai pemberitaan internet. (Ant)

Sumber: tvone.com

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites