Kamis, 17 September 2009

Idul Fitri Jatuh Pada Minggu, 20 September 2009

Departemen agama menyatakan bahwa Idul Fitri jatuh pada hari Minggu, 20 September 2009




Rabu, 16 September 2009

Mau Masuk Surga, Gunakan Cermin Ini!

Setiap manusia tak pandang agama, tak pandang dari mana dia berasal - dari kampung atau dari kota, dari seluruh mata angin - ingin bahagia dan ingin masuk surga. Tetapi, khusus penulis jauh panggang dari api. Mengapa? Nabi pernah bernah bersabda: “barang siapa menghidupkan sunnahku berarti ia mencintaiku, barang siapa mencintaiku maka bersamaku di surga. Tulisan ini adalah sebagian dari cara bermuhasabah bagi penulis dan kita semua apakah kita (terutama penulis) pantas masuk surga. Berikut ini adalah akhlak Rasulullah Muhammad bin Abdullah yang boleh dijadikan barometer untuk menjawab pertanyaan: “bagaimana mungkin kami masuk surga. Dengan lain perkataan, untuk masuk surga sebaiknya kita gunakan “cermin” berikut.

Ini sebagian dari “cermin” yang dapat kita gunakan untuk memperbaiki diri kita, terutama penulis. Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menampalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga mahupun untuk dijual. Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyinsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur. Sayidatina ‘Aisyah menceritakan ‘Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga. Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudah selesai sembahyang.’

Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda teramat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada kerana Sayidatina ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, ‘Belum ada sarapan ya Khumaira?’ (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang bererti ‘Wahai yang kemerah-merahan’ ) Aisyah menjawab dengan agak serba salah, ‘Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.’ Rasulullah lantas berkata, ‘Jika begitu aku puasa saja hari ini.’ tanpa sedikit tergambar rasa kesal di raut wajah baginda.

Sebaliknya baginda sangat marah tatkala melihat seorang suami sedang memukul isterinya. Rasulullah menegur, ‘Mengapa engkau memukul isterimu?’ Lantas soalan itu dijawab dengan agak gementar, ‘Isteriku sangat keras kepala! Sudah diberi nasihat dia tetap degil juga, jadi aku pukul lah dia.’ ‘Aku tidak bertanyakan alasanmu,’ sahut Nabi s. a. w. ‘Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu kepada anak-anakmu? ‘

Pernah baginda bersabda, ’sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik, kasih dan lemah lembut terhadap isterinya.’ Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginda dalam menjadi ketua keluarga langsung tidak sedikitpun menjejaskan kedudukannya sebagai pemimpin umat.

Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai bersembahyang,

‘Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?’ ‘Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sihat dan segar.’ ‘Ya Rasulullah.. .mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergeselan di tubuh tuan? Kami yakin engkau
sedang sakit…’ desak Umar penuh cemas. Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat untuk menahan rasa lapar baginda. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.

‘Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?’ Lalu baginda menjawab dengan lembut, ‘Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?’ ‘Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.’

Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang dipenuhi kudis, miskin dan kotor. Hanya diam dan bersabar bila kain rida’nya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya. Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencing si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu. Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan yang sudah sebati dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ke tuanan. Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH langsung tidak dijadikan sebab untuknya merasa lebih dari yang lain, ketika di depan ramai mahupun dalam keseorangan.

Pintu Syurga telah terbuka seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih lagi berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah hinggakan pernah baginda terjatuh lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fiziknya sudah tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi.Bila ditanya oleh sayidatina ‘Aisyah, ‘Ya Rasulullah, bukankah engaku telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?’ Jawab baginda dengan lunak, ‘Ya ‘Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.’

Dari contoh-contoh di atas, penulis merasa jauh dari akhlak rasulullah. Karena itu sebagai penutup tulisan ini, penulis menyadari bahwa amar sulit bagi penulis untuk memimpikan surga yang penuh kenikmatan itu. Tetapi kalau memang kita bertekad untuk menggunakan “cermin” di atas dan bersungguh meniru rasulullah semampu kita insya allah kita akan menyaksikan Maha Rahman dan Rahim-Nya Allah. Ya allah, kalau ada peluang bagi kami (penulis dan pembaca) untuk memasukinya alangkah baiknya nasib kami. Ya allah, yang paling penting di manapun kami Engkau tempatkan, tolong ridhakan hidup dan mati kami. Aamin.

Sumber: public.kompasiana.com

Mau Bangun Rumah Tahan Gempa? Manfaatkanlah Bambu!


Pemanfaatan bambu sebagai komponen utama pembangunan rumah di wilayah rawan gempa sudah saatnya dipikirkan, mengingat daya tahannya terhadap gempa.

Demikian terungkap dalam diskusi "Standar dan Pengawasan Bangunan Tahan Gempa", di Jakarta, Senin (14/9). Diskusi itu dihadiri sejumlah pakar arsitektur dan praktisi. Di antaranya Dekan Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara Danang Priatmodjo, Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Endy Subijono, Guru Besar Departemen Arsitektur Universitas Indonesia Gunawan Tjahyono, dan pengusaha Arifin Panigoro.

Endy Subijono mengemukakan, saat ini sedikitnya 200.000 orang korban gempa di Jawa Barat menunggu kepastian tempat tinggal, setelah hunian mereka rusak akibat gempa tanggal 2 September 2009. Dengan adanya sejumlah wilayah di Indonesia yang rawan gempa dan bencana alam, maka kebutuhan rumah yang tahan gempa sudah mendesak.

Bangunan tahan gempa perlu memanfaatkan material-material lokal di daerah yang telah digunakan secara turun-temurun selama berabad-abad. Pengusaha Arifin Panigoro mengemukakan, terdapat kecenderungan sebagian masyarakat menginginkan konstruksi rumah dari bahan batu bata dan beton.

Namun, kondisi keuangan yang terbatas menyebabkan kualitas bangunan berbahan bata itu kerap memiliki kualitas rendah, sehingga rawan ambruk saat gempa. Oleh karena itu, kondisi trauma gempa itu merupakan momentum untuk mengarahkan arsitektur kota yang sesuai dengan kearifan lokal.

Dicontohkan, di Jepang, dinding bangunan dan rumah tinggal memanfaatkan lapisan kertas dan bambu sebagai material utama. Menurut Gunawan Tjahyono, kearifan lokal yang tersebar di sejumlah wilayah perlu didata, dipelajari, dan disebarluaskan agar menjadi salah satu acuan bagi masyarakat di daerah rawan gempa dalam membangun hunian yang lebih aman.

Meski demikian, tidak dipungkiri bahan material lokal memiliki harga yang mahal akibat pasokan bahan baku yang sedikit. Kendala lain, tukang atau pekerja bangunan yang memahami struktur bangunan tradisional semakin langka. "Diperlukan strategi untuk mengatasi kendala pemanfaatan material lokal," ujar Gunawan.

Sumber: kompas.com

Jangan Sering Mencium Bayi, Bahaya!


Banyak ibu yang saking sayang, mencium bayinya berulangkali di semua bagian pipi. Tingkah bayi yang lucu memang terkadang membuat gemas dan ingin melampiaskannya lewat ciuman. Namun ternyata, kebiasaan mencium bayi terbukti membahayakan kesehatan bagi sang bayi sendiri.

Pasalnya, banyak kuman atupun virus penyebab penyakit yang dapat ditularkan melalui percikan ludah dan menyebar di udara sehingga terhirup oleh bayi. "Yang ditakutkan dari cium itu adanya air ludah yang mengandung banyak sekali virus yang akan tertular lewat udara. Kalau di luar negeri, orang akan melarang anak-anaknya untuk dicium sembarang orang," tutur Product Manager PT Wyeth Indonesia dr. Theresia Adhitirta, disela-sela seminar imunisasi, di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Sabtu (12/9).

Menurut dr. Theresia, kebiasaan mencium berpotensi menyebabkan bayi terkena penyakit Invasive Pneumococcal Disease (IPD), yaitu sekelompok penyakit infeksi pneumokokus seperti radang paru (pneumonia), infeksi darah (bakteremia), dan radang selaput otak (meningitis).

Bahayanya, penyakit ini termasuk penyebab kematian tinggi dan kecacatan pada balita. "Tingkat kematian penyakit ini cukup tinggi hingga 50 persen," ujarnya.

Menurut dr. Theresia, banyak kasus ditemukan penyakit ini menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun. Di samping itu, anak-anak yang dititipkan di tempat penitipan anak atau play group cenderung lebih berisiko tinggi terpapar penyakit ini.

Kemudian, bayi yang lahir prematur, tidak mendapatkan ASI, tinggal di tingkat polusi, lingkungan asap rokok, serta tempat hunian padat termasuk di sekolah dan mall juga beresiko tinggi. "Sebaiknya anak-anak jangan sering dibawa jalan-jalan ke mall," ujarnya.

Sumber: kompas.com

Ketika Anak Bertanya tentang Seks


Perkembangan teknologi informasi membuat anak-anak kita sangat mudah mendapatkan informasi mengenai apa pun, tidak terkecuali seks. Tidak jarang, informasi yang mereka dapatkan secara bebas tersebut memicu rasa penasaran. Bagaimanakah orangtua harusnya bersikap?

Berdiskusi seks dengan anak memang terasa sangat aneh, tetapi lebih baik bagi anak-anak jika sumber informasi mengenai hal tersebut didapat dari orangtuanya. Dengan begitu, anak-anak dapat mengerti apa itu hubungan seksual, dan bagaimana membuat dirinya bersikap atas hal itu dengan porsi yang wajar.

Banyak penelitian menyimpulkan, cara bercerita mengenai seks kepada anak-anak adalah dengan bentuk diskusi yang terbuka dan jujur. Hal ini artinya, orangtua sudah harus menciptakan rasa aman bagi anak-anak untuk bercerita akan apa pun juga, sejak mereka masih kanak-kanak. Dengan begitu, pada saat Anda mengawali diskusi, anak-anak tidak merasa tengah diinterograsi oleh orangtuanya. Berikut panduan yang dikumpulkan Prevention dari beberapa penelitian yang ada:

1. Waktu yang tepat untuk mulai berdiskusi mengenai seks pada anak-anak adalah saat mereka memasuki usia sekolah dasar. Usia ini adalah usia yang cukup bagi anak-anak mengerti pesan yang kita sampaikan. Setiap kali anak bertanya, seaneh apa pun pertanyaannya, cobalah untuk bereaksi sewajar mungkin. Dengan demikian, anak tidak akan merasa takut untuk menemukan jawaban dari orangtuanya.

2. Jika Anda merasa tidak nyaman untuk memulai diskusi, jadikan film atau lagu dewasa yang tengah menarik perhatiannya sebagai perantara. Kenalkan apakah itu perasaan jatuh cinta, berteman yang sehat dengan lawan jenis, dan yang terpenting bagaimana membuat keputusan untuk diri sendiri.

3. Jadikan perpustakaan dan tokoh agama sebagai sumber informasi tambahan anak. Ini akan membantu anak mendapat gambaran, bagaimana seharusnya hubungan lawan jenis, hubungan keluarga, dan pertemanan dibentuk. Dengan demikian, anak dapat mengerti bahwa setiap hubungan yang terjalin memiliki rasa tanggung jawab untuk menghargai sesama.

4. Batasi interaksi anak pada situs yang memberikan informasi berlebihan mengenai seks. Ini artinya, orangtua tetap harus memantau bahwa setiap informasi yang diterima anak sesuai dengan kebutuhannya.

(Siagian Priska/Prevention Indonesia)

Sumber: kompas.com

Sayang, Kamu Enggak Perhatian Banget, Sih?

Berpikir positif amat besar manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Tak terkecuali dalam urusan percintaan. Jangan dulu berpikir Anda adalah orang termalang sedunia kalau merasa tidak diperhatikan oleh kekasih. Sebab, justru itu bisa jadi suatu keuntungan bagi Anda.

Pacar jarang berkunjung
Blessing: Anda punya waktu lebih untuk diri sendiri.
Banyak perempuan mengeluh tentang pasangan yang overpossessive dan tidak memberikan ruang gerak kepada dirinya. Mau pergi sama teman-teman, mesti lapor sejak dua minggu sebelumnya. Itu pun belum tentu diberi izin. Mau pergi window shopping atau santai-santai di spa, si dia cemberut karena merasa dicuekin. Berkaca pada pengalaman tersebut, Anda jadi memilih untuk bersyukur karena punya banyak waktu untuk memanjakan diri sendiri, kan?

Si dia tak pernah antar-jemput
Blessing: Anda punya banyak cerita yang bisa dibagi saat berjumpa dengannya.
Komitmen untuk pacaran tidak selalu seiring sejalan dengan komitmen untuk mengantar jemput, lho. Kalau Anda selalu menuntut hal tersebut dari dia, berarti Anda memperlakukan kekasih tak ubahnya supir taksi atau bis kota. Apa salahnya pulang pergi sendirian, kalau cara itu memang lebih praktis bagi Anda berdua? Malah, ketika bertemu si dia nanti, Anda tak akan kehabisan obrolan lantaran banyaknya kisah yang bisa diceritakan.

Kok tingkahnya seperti keponakan saya?
Blessing: Anda merasa lebih fun ketika berada dekat dengannya.
Kedewasaan pola pikir terkadang tidak berbanding lurus dengan kedewasaan penampilan dan pembawaan. Boleh jadi, kekasih Anda yang masih hobi main game perang-perangan di Timezone serta gemar memakai topi bergambar Batman ke mana-mana justru punya kepribadian yang lebih matang dibanding Anda. Ambil saja sisi baiknya. Punya pasangan yang masih bisa merasakan kesenangan ala kanak-kanak justru bisa membuat hidup Anda lebih ceria dan berwarna.

Pasangan cuek berpenampilan
Blessing: Semakin sedikit orang yang akan merebutnya dari Anda.
Si dia malas mengikuti tren yang berlaku saat ini? Atau, malas pergi ke gym untuk membentuk body six pack seperti teman-temannya? Jika memang demikian, jangan dulu memprotesnya habis-habisan. Pasalnya, kadar “kegenitan” pria dalam berpenampilan sedikit banyak ikut pula mencerminkan seberapa besar atensinya terhadap lawan jenis. Termasuk juga, mempengaruhi seberapa banyak perempuan lain yang berminat untuk merebutnya dari tangan Anda, bukan?

Kerja, kerja, kerja melulu.... Please, deh!
Blessing: Kariernya tambah mapan.
Diajak nonton di akhir pekan, si dia tidak bisa karena ada tugas keluar kota. Sudah begitu, dia juga rajin lembur sehingga sulit diajak kencan sepulang kerja. Siapa yang tidak kesal? Tetapi jangan keburu ngambek, non. Kalau penyebabnya memang urusan kerja, rasa-rasanya Anda tak perlu kesal berkepanjangan. Sebab, itu justru menunjukkan bahwa si dia punya komitmen tinggi untuk meraih sukses. Jika kekasih bertambah mapan dalam karier, Anda juga yang senang, kan? Siapa tahu, dalam waktu 5 bulan sudah akan ada cincin melingkar di jari manis Anda!

Dia jarang memuji
Blessing: Anda terpacu untuk terus berprestasi.
Kekasih tidak melontarkan pujian ketika Anda berhasil memasak brownies yang superlezat? Dia juga tidak memberikan kata-kata manis ketika Anda tampil begitu cantik dalam balutan gaun pesta elegan? Wajar memang bila Anda merasa terabaikan olehnya. Tetapi, daripada merengut, lebih baik jadikan hal ini sebagai pendorong bagi Anda untuk terus berprestasi. Misal, selain brownies Anda juga belajar masak pepes tahu yang disukai kekasih dan berbagai jenis masakan lainnya. Tak ada salahnya pula bereksperimen menggunakan make up supaya penampilan Anda kian chic.

Telepon hanya tiga hari sekali
Blessing: Anda bisa lebih berkonsentrasi kerja.
Tak ada yang lebih ampuh dalam memecahkan konsentrasi ketimbang dering telepon dari orang tercinta. Meski durasi obrolan bisa dibatasi hingga sekian menit saja, namun hingga beberapa saat setelahnya, isi percakapan Anda dengannya masih terngiang-ngiang di kepala. Makanya, sebenarnya ada baiknya juga bila pacar Anda tidak terlalu sering meng-up date kabar lewat telepon. Bukan hanya konsentrasi kerja yang terpelihara, tidak terlalu sering menelepon juga bisa menambah “greget” dan rasa kangen ketika Anda bertemu dia nanti.

Dia dikelilingi banyak perempuan
Blessing: Berarti Anda adalah yang terbaik di antara mereka di matanya.
Melihat kekasih begitu populer di antara kaum hawa terkadang memang bisa membuat hati kita deg-degan. Terlebih, apabila para “groupies” yang mengelilinginya itu punya wajah dan penampilan yang beda-beda tipis dengan para model di halaman mode. Padahal, kenyataan bahwa si dia telah memilih Anda di antara banyak perempuan yang mengelilinginya itu menunjukkan bahwa Anda adalah yang terbaik di antara mereka semua, lho.

Sumber: kompas.com

Duhh... Kok Banyak Juru Dakwah yang Bodoh Ya!

Pengasuh Ponpes Rudlotul Fatihah, Bantul, KH Muhammad Fuad Riyadi (38), gerah melihat semangat Islam disampaikan hanya secara sepotong-potong oleh para juru dakwah Islam. "Juru dakwah banyak yang bodoh. Saya tantang mereka memahami Islam," kata Kyai Fuad.

Ia melihat bahwa yang disampaikan juru dakwah di masjid, di televisi, dan di mana saja sudah melenceng dari semangat Islam, agama yang seharusnya memberi kesejukan, ketentraman, kedamaian bagi siapa saja, tak hanya umat Islam, tetapi semua orang non-muslim, termasuk mereka yang ateis sekalipun.

Dengan kata lain, jika apa yang dikatakan juru dakwah membuat umat nonmuslim waswas, merasa terancam, dan tak nyaman, maka itu sudah cukup memberikan gambaran bahwa dakwah yang dilontarkan juru dakwah sudah tak lagi Islami. Ini fenomena yang menurut dia sudah mulai muncul sejak tahun 1970-an, dan mulai kencang.

Ia banyak memberi kritik tentang kebiasaan dan perilaku umat Muslim. Misalnya memakai pengeras suara sekeras mungkin sehingga umat non-muslim dan muslim pun sama-sama terganggu, juga rangkaian acara puasa yang kemeriahannya berlebihan.

"Juru dakwah, dai-dai itu, maaf, baru memegang satu ayat, tapi ngomong-nya sejuta ayat. Tak heran, sekarang bermunculan radikalisme, seperti aksi sweeping, fundamentalisme, dan hal tak mengenakkan yang mengatasnamakan agama. Peraturan daerah pun digiring menjadi bernuansa Islam," paparnya.

Lihat saja, menurutnya, sekarang banyak yang secara eksplisit dan implisit menyuarakan perlunya Indonesia menjadi negara Islam. "Enggak hanya orang nonmuslim yang ketar-ketir dan cemas. Saya juga takut. Apa Islam di Indonesia seperti itu? Islam adalah agama yang menyuarakan kerinduan pada Allah, bukan agama yang bikin orang lain takut, apalagi menyemai benih permusuhan," katanya.

"Perlu dicatat, saya hapal 'Malam Kudus', lagu rohani umat Katolik saat Natal. Liriknya bagus. Lagunya bagus. Saya suka Natal, gereja. Saya suka semangat Natal, damai di bumi damai di hati. Saya berani katakan, lagu 'Malam Kudus' itu lagu Islami," ujar kyai muda ini.

Tentang Puasa, mestinya umat Islam merefleksikan hal itu seperti umat Hindu merayakan Nyepi. "Mestinya Puasa itu ya nuansanya seperti saat Nyepi. Kita merenung, berdiam, bukan malam ramai," katanya.

Pengotakan agama mesti dihapus. "Saya justru gembira jika saat zikir bersama, ada teman-teman nonmuslim yang ikut datang. Ikut nggabung. Sering mereka datang ke ponpes saya. Seorang Katolik yang pernah datang pas zikir bilang ke saya, kok dia merasa tenang dan nyaman. Tentu ia masih Katolik. Ketika dia pun merasa damai, tenang, itulah juga sejatinya esensi zikir," ucap dia.

Kyai ini merasa perlu minta maaf kepada semua umat nonmuslim yang pernah tersinggung dengan perlakuan umat Muslim dan perkataan/perbuatan para juru dakwah. "Saya mohon maaf karena mereka melakukan itu. Mohon dimaklumi," kata Kyai Fuad.

Kyai ini menggelar lukisan bertema "Aura Dsikir" di Bentara Budaya Yogyakarta. Acara berlangsung dari Sabtu (12/9) hingga Kamis (17/9). Proses pembuatan lukisan dilakukan dengan berzikir terlebih dulu.

Sumber: kompas.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites